Secara umum,seseorang dinyatakan sakit Diabetes Melitus (kencing manis) apabila kadar gula dalam darahnya diatas normal. Kadar gula dikatakan normal apabila tidak melebihi 126 mg/dl (puasa) atau tidak melebihi 180 mg/dl dua jam seusai makan.

Penyakit Diabetes Melitus (DM) pantas ditakuti karena jumlah penderitanya meningkat dengan pesat. Sebagai contoh, pada tahun 2000 jumlah penderita DM di Indonesia baru mencapai 5,6 juta, namun pada tahun 2005 jumlah itu meningkat menjadi 8,1 juta orang dan diprediksi mencapai 21,3 juta pada tahun 2030. Selain itu, komplikasi kronis Diabetes Melitus menyebabkan penderita DM mudah terserang penyakit berbahaya lainnya seperti stroke, jantung koroner, gagal ginjal, kebutaaan , lemah syahwat dan lain-lain. Komplikasi DM yang mengundang berbagai penyakit ini membuat kalangan kedokteran menjuluki Diabetes Mellitus sebagai Mother of desease yang berarti Ibu dari segala penyakit.

Bagaimana Diabetes Terjadi ?
Pada mulanya tubuh mengubah makanan menjadi glukosa. Kemudian otak memerintahkan pankreas untuk mengeluarkan insulin yang berfungsi mengangkut dan mengubah glukosa menjadi energi yang dibutuhkan oleh tubuh. Jika glukosa yang terbentuk terlalu banyak, karena sang pemilik tubuh banyak mengkonsumsi makanan, maka pankreas bekerja sangat keras untuk memproduksi insulin dalam jumlah besar agar semua glokusa berhasil diubah menjadi energi.

Kalau keadaan ini, makanan terlalu banyak dikonsumsi, terjadi terus menerus dalam jangka lama, maka pankreas berpotensi besar mengalami kelelahan dan akhirnya rusak. Jika pankreas sudah mengalami kerusakan maka tak mampu lagi memproduksi insulin sebanyak yang dibutuhkan. Akibatnya hanya sebagian glukosa yang mampu diubah menjadi energi, sementara sebagian lagi melayang-layang di dalam darah yang membuat kadar gula darah meningkat. Pada saat kadar gula dalam darah mencapai lebih dari 200 mg/dl maka si pemilik tubuh dinyatakan menderita Diabetes.

Bagaimana Mencegahnya ?
Metoda paling jitu untuk mencegah diabetes adalah merawat pankreas kita dengan baik. Usahakan pankreas bekerja dengan santai, artinya tidak boleh dipaksa untuk memproduksi insulin dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Biarkan pankreas bekerja ringan dengan kewajiban memproduksi insulin dalam jumlah normal.
Karena itu, selain melakukan olah raga secara rutin, menghindari makanan tak sehat adalah langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencegah diabetes.
Makanan tak sehat memiliki dua kriteria. Pertama memiliki kadar gula tinggi seperti gula putih, nasi, sereal manis, roti putih dan lainnya. Kedua, memiliki Indeks Glisemik (IG) tinggi yaitu 70 keatas. Indeks Glisemik (IG) adalah ukuran seberapa cepat makanan diuraikan menjadi glukosa. Semakin tinggi indeks glisemik, semakin cepat makanan diurai menjadi glukosa dan semakin memaksa pankreas untuk bekrja menghasilkan insulin dalam jumlah banyak dalam waktu singkat. Beberapa contoh makanan dengan Indeks Glisemik tinggi adalah Gula Putih (IG 93), Donat (IG 76), Kue Tar (IG 70 ), Nasi putih (72), Kentang Goreng (IG 85) , Buah Semangka (72) dan berbagai makanan cepat saji.

Gula Aren sebagai Pencegah Diabetes
Meski banyak yang sudah mengetahui makanan mana yang potensial mengundang diabetes, namun sulit menghindar karena naluri dasar manusia umumnya adalah menyukai rasa manis. Memang sekarang banyak kita temukan pemanis buatan yang ditawarkan sebagai pengganti gula, namun meski berkalori lebih rendah dari gula putih pemanis tersebut perlu diwaspadai karena sudah banyak jurnal maupun riset yang menyatakan bahayanya Aspartame, kandungan pemanis buatan.

Meski demikian, ada pemanis alami yang sangat aman dikomsumsi yaitu Gula Aren. Setidaknya, ada empat keunggulan yang dimiliki oleh Gula Aren. Pertama, rasa Gula Aren manis dan lezat yang pas dan cocok dengan lidah Asia dan Indonesia. Orang yang pernah mencoba berkomentar bahwa Gula Aren adalah pemanis yang paling lezat. Kedua, Gula Aren memiliki Indeks Glisemik yang sangat rendah yaitu (IG 35) , artinya produksi glukosa berlangsung lambat sehingga pankreas tak perlu kerja keras lagi. Jangankan bagi orang sehat, pada beberapa penderita diabetes terbukti turun kadar gula darahnya setelah mengganti gula putih dengan Gula Aren. Selain itu IG yang rendah membuat glukosa terbentuk secara perlahan yang berarti pula energi juga tercipta secara perlahan sehingga tubuh bugar lebih lama. Ketiga, selama proses pembuatannya, tak ada sedikitpun bahan kimia yang ditambahkan, sehingga lebih aman dikonsumsi. Keempat, Gula Aren banyak mengandung unsur farmakologi yang bermanfaat seperti Riboflavin, Thiamin, Niacin, Ascorbic Acid, Kalsium dan lain-lainnya.
Riboflavin berfungsi menghasilkan anti bodi, membantu terbentuknya energi , memperbaiki kerusakan sel saat proses produksi energi, memperbaiki jaringan sistem pencernaan dan lain-lain. Thiamin berfungsi sebagai koenzim dalam metabolisme energi , membantu tubuh menggunakan protein, memperkuat sistem syaraf dan lain-lain. Niacin berfungsi sebagai koenzim dalam metabolisme glukosa, lemak dan alkohol.Selain itu Niacin juga meningkatkan fungsi kerja otak dan menurunkan kadar kolesterol LDL. Ascorbis Acid memiliki fungsi antibiotik, mencegah asthma dan dapat mencegah kanker.
Jadi sangat wajar apabila , para pengguna Gual Aren menyebut bahwa Gula Aren adalah solusi hidup sehat yang paling nikmat dan lezat. Nah tunggu apalagi ? (***)

sumber Gentong Emas

Gula Jawa Memiliki Manfaat

Kesehatan Dibandingkan Gula

Tebu

13/02/2009 in Customer Alert, Info Sehat, Perpustakaan | Tags: , , ,

Banyak orang tidak mengetahui bahwa gula jawa atau juga disebut sebagai gula merah, memiliki banyak manfaat kesehatan dibandingkan gula tebu/putih. Selain memberikan rasa manis (tapi rendah kalori), gula jawa mengandung garam mineral, kaya nutrisi, dan bermanfaat untuk mengatasi anemia, batuk, typhus, lepra, dan sebagainya.

PERBEDAAN GULA PUTIH/ TEBU & GULA JAWA

No. Gula Putih/ Cane Sugar Gula Jawa/Palm Sugar
1 Rasa: manis saja. Rasa: manis dan lezat.
2 Tidak mengandung garam mineral. Mengandung garam mineral.
3 Kandungan gula tinggi. Kandungan gula jauh lebih kecil.
4 Kurang/tidak mengandung nutrisi. Mengandung Thiamine, Riboflavin, Nicotinic Acid, Ascorbic Acid, protein dan vitamin C.
5 Kurang mengandung unsur terapi kesehatan. Untuk terapi asma, kurang darah/anemia, lepra/kusta, dan untuk mempercepat pertumbuhan anak.
6 Dapat memicu batuk demam bila menkomsumsi berlebihan. Bagus untuk mengobati batuk demam.
7 Terkadang gula tebu membuat efek sakit dalam kesehatan. Bagus utuk makanan awal bagi orang yang terkena penyakit typhus.
8 Tidak ada khasiat untuk kesehatan. Sangat baik bagi orang yang ingin menurunkan BP, mengurangi panas pankreas, menguatkan jantung, membantu pertumbuhan gigi kuat.
9 Sebagai pemanis saja. Mempunyai khasiat seperti madu.

Link referensi:

http://hasilkebun.wordpress.com/2008/04/11/perbedaan-manfaat-gula-jawa-gula-tebu/

http://cocopalmsugar.sch.ph/node/14

http://www.gobartimes.org/gt20040515/gt_covfeature2.htm

Gula aren laris manis

Tak banyak yang mengenal pohon aren atau enau. Padahal, pohon yang banyak tersebar di seluruh wilayah Nusantara ini memiliki banyak manfaat, termasuk sebagai penghasil gula. Pohon aren banyak tumbuh di Kendal, Sumedang, Sukabumi, Tasikmalaya, Rangkasbitung, Lebak, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sumatra Utara, hingga Papua.

Gula aren diperoleh dari sari gula atau yang sering disebut sebagai nira, yaitu tangkai bunga jantan yang dapat disadap ketika tanaman aren berumur lima tahun dengan puncak produksi pada umur 15-20 tahun. Nira diolah menjadi gula dalam bentuk padat, bubuk dan cair, atau dapat pula diolah lebih lanjut menjadi cuka dan alkohol.

Gula aren berbeda dengan gula biasa. Dibandingkan dengan gula pasir, gula dari pohon enau ini dapat digunakan untuk semua keperluan, mulai dari pemanis minuman, dan bumbu masakan. Makanan pempek khas Palembang yang enak konon karena menggunakan gula aren sebagai pilihan salah satu pemanisnya.

Kelebihan lainnya, gula yang terbuat dari nira ini tidak mengandung bahan kimia dan bisa menjadi obat. Kandungan kalorinya dan glisenik indeknya yang rendah membuat gula aren tidak berbahaya bagi penderita diabetes. Ini tampaknya cocok dengan gaya hidup sehat yang semakin populer. Masyarakatnya juga makin selektif mengkonsumsi makanan. Boleh jadi, meski saat ini masih kalah populer dengan gula pasir, gula aren makin banyak dicari pembeli.

“Gula aren produk organik,” ujar Indrawanto, pemilik CV Diva Maju Bersama. Indrawanto merupakan pengusaha gula aren yang sukses merintis bisnisnya sejak 2005. Diva Maju Bersama mengolah nira menjadi gula aren semut (kristal) dan gula aren cair di Tangerang, Banten. Indrawanto menerima pasokan aren dari para petani setempat untuk diolah menjadi gula dengan kemasan sachet, ukuran 0,5 kg dan 25 kg. Pelanggannya tidak hanya di Banten dan Jakarta, tetapi sudah meluar ke daerah lain di Sumatra, dan Kalimantan. Harga aren lebih mahal 30% dibandingkan gula pasir. Tapi, menurut Indrawanto, hal tersebut tidak menjadi masalah karena ada nilai tambah yang ditawarkan produk gula nira ini.

Tak hanya Diva, Koperasi Serba Usaha (KSU) Sukajaya juga menjadi pemain gula aren yang terbilang sukses. Koperasi yang berbasis di Lebak, Banten, ini sudah menangani bisnis gula aren sejak berdiri pada 1999. Berdasarkan riset Burhanuddin bertajuk Prospek Pengembangan Usaha Koperasi dalam Produksi Gula Aren, tiga tahun lalu KSU Sukajaya sudah menangani bisnis gula aren hingga 50 ton per bulan.

Penjualan di pasar regional (Jabotabek) dilakukan melalui pasar modern seperti Giant, Hypermarket, Sogo Supermarket, dan Kem Chicks. Potensi permintaan pasar domestik masih terbuka lebar. Permintaan gula aren ditaksir mencapai 120 per bulan, dan pada musim tertentu seperti bulan puasa dan Lebaran, bisa mencapai 180 ton.

Potensi permintaan gula aren makin besar, mengingat industri makanan dan minuman terus bertumbuh. Gula aren bisa menjadi substitusi gula rafinasi bahan baku yang selama ini masih diiimpor. Masalahnya, memang ada pada harga yang belum komptetitif.

Meski pasar dalam negeri belum tergarap secara maksimal, KSU Sukajaya melakukan terobosan pasar ekspor ke Jerman bekerja sama dengan GTZ melalui sistem bagi hasil. Harga jual ekspor mencapai US$2 per kg, sedangkan harga pokok produksi ditaksir US$1. Untuk menangkap peluang lebih besar, SKU Sukajaya telah mengusahakan penambahan lima sentra budidaya tanaman aren seluas 3 ha, agar petani sebelumnya hanya menyadap tiga pohon per hari bertambah menjadi 20 pohon.

Koperasi ini juga melakukan mekanisasi produksi, untuk menjamin keberlangsungan produksi, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas yang standard pasar. Ryuji Nishi, konsultan bisnis gula aren, mengungkapkan peluang produk pangan dari Indonesia di Jepang terbuka. Gula aren yang diminati tidak mengandung bahan kimia dan berasal dari tanaman organik.

Untuk mengembangkan ekspor gula aren ke Jepang perlu mencari mitra di Jepang, seperti produsen makanan khas Jepang, produsen gula pasta atau pemilik kedai kopi. Harga jenis gula aren di Jepang sebulan terakhir, seperti dikutip http://www.divafood.indonetwork.co.id, palm sugar Y735 per 200 gram, apple sugar Y1000-2000 per kg, brown sugar Y240 per 0,5 kg, crystal sugar JPY160 per 0,5 kg, gula pasta Y 500 per 0,5 kg.

Pemasok gula aren di Jepang saat ini didominasi Thailand yang menguasai pasar 49%, Australia 39%, dan Afrika Selatan 12%. Bila saja, potensi gula aren ini dikembangkan, Indonesia tentu bakal meraup devisa lebih besar lagi. (redaksi@bisnis.co.id)

Oleh : Sepudin Zuhri (Kontributor Bisnis Indonesia)
http://web.bisnis.com/edisi-cetak/edisi-harian/laporan-khusus/1id73516.html

Gula Aren, Pemanis Alami Khusus

untuk Penderita Diabetes

09/12/2009 in Customer Alert, Info Sehat, Perpustakaan | Tags: , , , ,

Biasanya, penderita diabetes selalu dianjurkan untuk mengonsumsi pemanis buatan sebagai pengganti gula pasir. Walaupun pemanis buatan tidak menaikkan kadar gula darah, namun ia memiliki efek samping yang dapat merusak syaraf. Menurut H. J. Roberts, M.D., efek samping pemanis buatan bisa sangat fatal, yaitu kejang-kejang dan kematian. Efek lainnya yaitu: sakit kepala/migrain, pusing, sakit persendian, mual, mati rasa, kejang otot, kegemukan, gatal-gatal, depresi, kelelahan, lekas marah, tachycardia, insomnia, kebutaan, ketulian, jantung berdebar, sesak nafas, kecemasan, gangguan berbicara, kehilangan indra pengecap, telinga berdengung, vertigo, dan lupa ingatan. Jadi diperlukan pemanis lain yang lebih aman dibandingkan pemanis buatan. Pemanis alternatif yang aman tersebut tiada lain adalah gula aren.

Ada empat keunggulan yang dimiliki oleh gula aren. Pertama, rasanya manis dan lezat, pas dengan lidah orang Asia dan Indonesia. Kedua, gula aren memiliki Indeks Glisemik yang sangat rendah yaitu IG 35, artinya penyerapan glukosa berlangsung lambat sehingga pankreas tak perlu kerja keras lagi. Jangankan bagi orang sehat, pada beberapa penderita diabetes terbukti turun kadar gula darahnya setelah mengganti gula putih dengan gula aren. Selain itu IG yang rendah membuat glukosa diserap secara perlahan yang berarti pula, energi tercipta secara perlahan sehingga tubuh bugar lebih lama. Ketiga, selama proses pembuatannya, tak ada sedikitpun bahan kimia yang ditambahkan, sehingga lebih aman untuk dikonsumsi. Keempat, gula aren banyak mengandung unsur farmakologi yang bermanfaat seperti Riboflavin, Thiamin, Niacin, Ascorbic Acid, Kalsium dan lain-lain.

Riboflavin membantu pembentukan antibodi, membantu terbentuknya energi, memperbaiki kerusakan sel saat proses produksi energi, dan memperbaiki jaringan sistem pencernaan. Thiamin berfungsi sebagai koenzim dalam metabolisme energi , membantu tubuh menggunakan protein, serta memperkuat sistem syaraf. Niacin berfungsi sebagai koenzim dalam metabolisme glukosa, lemak dan alkohol. Selain itu Niacin juga meningkatkan fungsi kerja otak dan menurunkan kadar kolesterol LDL. Ascorbis Acid memiliki fungsi antibiotik, mencegah asma dan dapat mencegah kanker.

Jadi jika Anda ingin tetap menikmati manis tanpa takut dengan resiko diabetes, pakailah gula aren. Gula aren adalah solusi hidup sehat yang nikmat dan lezat.

Link referensi:

http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2006/09/05/got-an-ant-problem-use-aspartame.aspx

http://gentongmas.com/Artikel2.html

Kini masyarakat tangerang gak perlu jauh-jauh untuk mendapatkan bandrek 2 pigeons kami, di Tangerang sudah ada agen bandrek kami. Bisa di liat di contact blog kami. Semoga masyarakat Tangerang bisa menerimanya dengan baik dengan adanya menu minuman bandrek yang berasal dari Jawa Barat yang khususnya daerah Cianjur.

Kami dari pihak produsen berharap bisa terus berkembang, sehingga bandrek 2 pigeons ini bisa diminati oleh masyarakat luas. Kami sebagai pihak produsen membuka agen di kota-kota yang belum ada, jadilah yang pertama untuk bisa menjadi agen kami. Semoga banyak yang mencontoh seperti bapak Agam, coba dan buktikan bandrek 2 pigeons kami.

Seminggu yang lalu ada orang dari Bali yang menghubungi saya, kalau dia selama ini mencari minuman bandrek 2 Pigeons ini. Karena sudah lama dia tidak menjumpainya, terakhir dia dapat kiriman dari temannya yang dari jawa Barat. Dia mendapatkan dari blog saya lewat internet, memang di jaman teknologi yang serba canggih ini apa yang di cari kalau lewat internet cepat bisa mendapatkan informasi apa yang kita cari. bandrekpigeons.blogspot.com dan www.bandrekpigeons.wordpress.com.

Semoga bisa terus berlanjut karena mengingat bandrek pigeons ini selain menghangatkan badan bisa untuk melancarkan peredaran darah serta mencegah impotensi kalau di minum setiap hari. Malahan ada yang bilang setelah minum bandrek ini darah tingginya bisa normal kembali, ini menurut orang yang sudah membuktikan dengan meminum bandrek pigeons.

Bandrék adalah minuman tradisional orang Sunda dari Jawa Barat, Indonesia yang dikonsumsi untuk menaikkan kehangatan tubuh. Minuman ini biasanya dihidangkan pada cuaca dingin, seperti di kala hujan ataupun malam hari. Bahan dasar bandrék yang paling penting adalah jahe dan gula merah, tapi daerah-daerah tertentu menambahkan rempah-rempah tersendiri untuk memperkuat efek hangat yang diberikan bandrék, seperti serai, merica, pandan, telur ayam kampung, dan sebagainya. Susu juga dapat ditambahkan tergantung dari selera penyajian. Banyak orang Indonesia percaya bahwa bandrék dapat menyembuhkan penyakit ringan seperti sakit tenggorokan. Ada juga bandrék yang dikhususkan untuk orang dewasa karena efek panasnya.

Kepopuleran bandrék di Indonesia telah membuat minuman ini tersedia di pasaran dalam kemasan bubuk instan berbagai merk. Tidak jarang versi instan ini dikombinasikan dengan kopi dalam kemasan tersebut.

Cara membuat

Wikibooks
Wikibooks memiliki buku bertajuk

Bahan-bahan

Cara menyiapkan

  1. Semua bahan digabung menjadi satu kesatuan
  2. Rebus hingga air mendidih serta mengeluarkan aroma bandrek
  3. Angkat lalu saring dengan saringan halus
  4. Sajikan dalam keadaan hangat
A small cup of coffee.JPG
Artikel bertopik minuman ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.